Welcome To Komite Cadangan Mineral Indonesia





Komite Cadangan Mineral Indonesia (KCMI)


          Komite Cadangan Mineral Indonesia (KCMI) adalah sebuah komite yang bertanggung jawab pada pengembangan, pengkinian, dan sosialisasi Kode KCMI.  Anggota KCMI terdiri dari perwakilan dari Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) dan representatif dari Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral Republik Indonesia, dari Bursa Efek Indonesia, dan dari Badan Geologi.

 

Kode KCMI


          Kode Komite Cadangan Mineral Indonesia (Kode KCMI) adalah sebuah kode profesional yang digunakan sebagai panduan pelaporan publik untuk hasil eksplorasi, sumberdaya, dan cadangan mineral dan batubara.  Kegiatan eskplorasi awal hingga pembangunan infrastruktur, ekspansi produksi dan akuisisi tambang memerlukan pendanaan. Dasar bagi investor eksternal atau internal perusahaan tambang untuk menyediakan dana adalah status sumberdaya dan cadangan (resources and reserves) yang merefleksikan harapan dan keyakinan investor atas kemungkinan pengembalian investasi dan pertumbuhan aset. Agar investor dapat melakukan keputusan yang tepat dan berimbang (balanced judgement) dalam rangka penyediaan dana atau investasi, maka status sumberdaya dan cadangan harus berdasarkan pelaporan yang akurat dan kredibel.


           Kode KCMI pertama kali diresmikan pada bulan September 2011 melalui Konvensi Nasional KCMI.  Kode KCMI 2011 tersebut telah direvisi di akhir 2017 dengan diresmikannya Kode KCMI 2017.  Penerbitan kode yang baru ini dilakukan bertepatan dengan diterimanya KCMI sebagai anggota CRIRSCO (Committee for Mineral Reserves International Reporting Standards) yang ke-11.
Sejak diterbitknan pertama kali tahun 2011 pengakuan dan penerimaan atas Kode KCMI telah meluas. Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam Peraturan I-A.1 yang berlaku sejak 1 November 2014, mengakui pernyataan cadangan minerba yang ditandatangani oleh Competent Person Indonesia (CPI) yang bekerja berdasarkan Kode KCMI; dimana pernyataan cadangan tersebut dijadikan dasar bagi perusahaan tambang yang akan mencatatkan sahamnya di BEI.


         Dirjen Minerba dalam Keputusan No. 569DJB/2015 mewajibkan sejak bulan April 2017, pelaporan hasil eksplorasi, sumberdaya dan cadangan minerba mengacu kepada Kode KCMI serta ditandatangani oleh CPI